Jakarta, Capital city of Republic Indonesia

Photo Essay

Title: Jakarta

Courtesy of: VB^ IMAGES

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Advertisements

Maximilian HABIBIE Birthday 4 years old

 

 

October last year 2016, we were heading to Lembang, near bandung, west java. it took around 4.5 hours driving from Jakarta.We rent a villa which located just on the foothill of mountain in Lembang. The villa was so cool and the view..the view which we will never see in Jakarta..was so freaking stunning.

5:00 in the morning, the temperatur was 16 degree C! geez…so great! so refreshing!

We were there to celebrate our son, HABIBIE four years old birthday! we took him around lembang, to a wonderful-nature-experience.

He loved it and the most important thing that from time to time he experiences what nature is!

Happy Birthday Habibie! Happy Birthday Son!

 

Love,

Mommy and Popa

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

#PelangiBukitKopiExtended #Chapter3 #Phase35

#PelangiBukitKopiExtended
#Chapter3
#Phase35

Suara riuh terdengar bergemuruh memenuhi areal tengah perkemahan, festival folklore hampir dipenghujung waktu, tiba saatnya pertunjukan musik tradisi sebagai perayaan penutupan acara. It is Reggae time.

Dari kejauhan Darin dan teman-temannya sibuk membenahi semua perlengkapan yang akan dibawa kembali ke kampus. Tenda yang menaungi merekapun siap untuk diturunkan. Alunan tempo khas musik dari Jamaica sudah memenuhi udara.

Chorus🎶

My world is ma warranty
Make you know seh that my love is my guarantee
And babygirl apparently
You never imagine what it is life if you par with me
I’m gonna take you to a place where the moon shines brighter
Love is in the air so let us hold on tighter
Take you away from those vandals and fighters
You are the one that I would always try fa

🎶🎶

Walaupun daun telinga Darin belum terbiasa dengan gaya bahasa musik reggae, ia nampak menikmati setiap detiknya. Dan yang membuat ia tersentak adalah suara yang terasa tak asing baginya. Dari tempatnya berdiri yang terhalang ranting pepohonan, iapun mengangsur langkahnya kedepan. Bukan lagu Unconditional Love by Gentlemen yang dinyanyikan dengan sangat indah yang membuatnya penasaran, namun suara penyanyi yang melantunkan bagian chorus itu membuatnya terkesiap.

“Dieses Lied ist fuer euch alle, besonders fuer meine suesse Darin.”
( this song is for all of you, especially for my sweet Darin)

“Awww…Benjamin..Benjamin!”

Para penontonpun bersorak dan mulai kasak-kusuk kanan kiri kalau-kalau nama yang disebutkan Benjamin ada di tengah-tengah mereka. Teman-teman Darin lansung terpana dan tidak menyangka kalau lelaki tampan berambut jagung bersuara seksi itu adalah kekasihnya Darin.

Darin sekali lagi tersentak dan terkesima. Ia sama sekali tidak tahu kalau Benji juga anak band.

“Benji..”

Suara lembut lirih mengalir dari bibir Darin, pipinya memerah.

“Just to hear her footsteps,
My heart beats wildly.
I thought I was crazy.
I think I am.”

Sebait puisi diucapkan Benjamin diakhir lagunya, kemudian ia turun dari panggung dan berjalan kearah tengah-tengah kerumunan dan berhenti tepat di depan Darin.

“Darin..Darin..bist du okay?”
(Are you okay?)

Suara Axel menyadarkan Darin dari lamunannya.

“Do you want to join us? Lets dance!”

“Ich bin okay. You go first, I will stay here a while.”

“Okay..gurls kommen Sie.”
(Girls..come on)

Axel dan yang lainnya segera berlalu dan bergabung ditengah kerumunan penonton dan bersatu dengan irama reggae.

Darin menyeduh kopi panas dan duduk tersandar, sesaat yang lalu ia tenggelam dalam lamunannya. Lagu yang baru saja selesai dibawakan oleh band fakultas membawanya ke fragmen suasana romantis antara dirinya dan Benji.

Terasa jelas bahwa is merindukan kehadiran lelaki itu. Beberapa bulan lalu sewaktu Darin mengunjungi temannya di areal perkemahan Heider Bergsee, ia belum menjadi bagian dari persiapan festival, namun hari itu menorehkan sejarah penting bagi romansanya.

“Benji..kamu pasti lagi di pesawat sekarang.”

Sambil membawa cangkir kopi di tangan kirinya, Darinpun berdiri dari sandaran duduknya. Ia mencoba menyatukan dirinya dengan suasana riuh sentakan musik.

“Benji..miss you.”

****

🌸🌸🌸🌸